Aku lahir di Jakarta tanggal lima agustus delapan enam, aku anak ke tiga dari lima bersaudara, kakak ku yang pertama telah meninggal dunia pada usia ke lima, kakak ku yang lain masih ada dan sudah menikah semua dan aku mempunyai adik yang masih sekolah. Keluarga ku adalah keluarga yang sederhana dan hidup apa adanya, pada umur enam tahun aku masuk sekolah dasar di Jakarta, setelah aku lulus aku melanjutkan pendidikan ku ke sekolah tingkat pertama di Jakarta, banyak hal yang aku temukan disaat smp, tentang percintaan, kekerasan, pergaulan dan kenakalan pada saat itu.
Aku disaat smp sudah mempunyai rangking untuk memacari semua wanita di sekolah dan akupun di juluki playboy schoollers…hmm^^ karena hamper tujuh puluh lima persen wanita di sekolah sudah aku pernah pacari, pacar terakhirku di smp adalah sosok wanita yang baik, smart dan cantik..hmm ^^, namun aku meninggalkannya disaat aku sudah lulus smp, disaat itu pula aku tidak pernah bertemu dengannya lagi sampai saat ini, mungkin ia sudah dimiliki oleh orang lain yang lebih baik dari aku.
Setelah aku lulus smp aku berniat untuk melanjutkan pendidikanku ke jenjang atas, namun pilihan sekolahku di tolak oleh kedua orangtuaku dan akupun di sekolahkan atas pilihan orangtuaku, disaat itupun aku menurut, namun selang beberapa waktu aku tidak menginginkan untuk bersekolah disana karena aku mempunyai pilihan tersendiri atas sekolahku. Disaat itupun aku memutuskan untuk keluar dari sekolah itu.
Disaat aku meninggalkan sekolah itu akupun menganggur sambil mencari uang sebagai penjual Koran selama satu tahun, dalam satu tahun itu aku banyak mendapatkan pengalaman hidup sehari-hari yang aku lakukan selama itu, banyak sekali pengalaman yang kau dapatkan di saat itu, selama itu pula aku cendrung menikmati masa-masa satu tahun tidak sekolah, disaat aku melihat banyak orang-orang yang bersekolah dan melakukan aktivitas sekolah, disaat aku memikirkan untuk bisa sekolah lagi, akupun mempunyai niat untuk melanjutkan sekolah lagi dan apa yang aku niatkan itupun terwujud namun aku tidak melanjutkan sekolah di Jakarta tetapi aku melanjutkan sekolah di bogor bersama dan tinggal dengan saudaraku disana, namun waktu berkata lain aku memutuskan untuk kembali meninggalkan sekolah di bogar dengan banyak alas an antara lain : rumah yang aku tinggalli di bogor cendrung mengekangku dan mengikatku dengan peraturan-peraturan yang tidak jelas, akupun tidak betah tinggal bersama mereka.
Saat itu aku masih menjalani aktivitasku dengan sekolahku dibogor namun aku sudah kembali di dijakarta aku berangkat ke sekolah dengan naek kereta pulang pergi selama itu aku menjalaninya dengan baik, namun hal yang tak terduga terjadi menjadikan hatiku untuk meninggalkan sekolah di bogor, hal itu adalah : kekerasan pelajar di dalam kereta, tawuran di kereta, pemalakan di dalam kereta serta pembunuhan di dalam kereta. Aku meninggalkan sekolahku di bogor bukan karena aku takut denga hal itu tetapi hati ku yang mengatakan bahwa : “jika aku masih menjalaninya sama saja aku menghantarkan nyawaku sendiri” alasan itu lah yang menjadi alibi untuk meninggalkan sekolahku.
Dengan pemikiran itu aku memutuskan untuk meninggalkan sekolah ku di bogor, tidak ada satu tahun aku bersekolah dibogor dengan itu pula aku menganggur kembali.
Setelah ada ajaran baru aku mempunyai niat untuk kembali bersekolah lagi dengan dukungan dan kemauan aku bersekolah kembali didaerah depok. Disekolah itulah aku menemukan arti sekolah yang sesungguhnya akupun bisa menyelesaikan sekolahku selama tiga tahun dan tanpa perasaan gelisah.
Disaat aku duduk di kelas tiga aku mempunyai seorang wanita pujaan dan ia pun tinggal tidak jauh dari sekolahku, disaat itu hatiku berbunga-bunga seakan-akan aku menemukan kembali diriku yang telah lama hilang, setelah aku lulus akupun makin serius berhubungan dengannya.
Disaat aku bertemu dengan orangtuanya mereka baik, namun setelah ada kabar bahwa aku dan pacarku melakukan hubungan serius ternyata di ketahui oleh orangtua pacarku dan disaat aku berkunjung kerumahnya orangtua pacarku pun menemuiku dan berkata kepada ku : “ kalau kamu tidak kuliah jangan harap IBU mau menerima kamu sebagai menantu” disaat itu pula pikiranku pecah terbengkalai, karena aku hanya orang yang serba pas-pasan dalam hidup. Selama beberapa hari aku terus memikirkan kata-kata yang di lontarkan orangtua pacarku terhadapku.
Dengan berat hati aku memohon untuk melanjutkan sekolah ku ke jenjang yang lebih tinggi, namun masalah satu – persatupun datang di keluargaku, memang sejujurnya selama ini aku telah menyusahkan kedua orangtuaku sendiri, aku sangat berat hati untuk mengucapkan kata-kata untuk meminta orangtuaku agar bisa melanjutkan pendidikan ku ke jenjang yang lebih tinggi, namun aku bungkam semua niatku itu.
Akupun mulai mencari pekerjaan dengan khayalan bisa mengumpulkan uang agar bisa melanjutkan sekolah kejenjang yang lebih tinggi, disaat itu pun aku mendapat pekerjaan namun pekerjaan itu membunuh rasa ku untuk mengumpulkan uang tanpa ada rasa sesal akupun meninggalkan pekerjaan itu dan mulai mencari pekerjaan lain yang lebih baik agar aku bisa menabung unutk melanjutkan sekolahku.
Namun beberapa tahun aku mencari hasil dari semua aku cari adalah nihil, aku merasa putus asa dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Disaat keputus asaan dan kemalangan yang menimpaku datanglah sebuah bencana masalah yang menimpa keluargaku, dengan tak sadar orangtuaku melakukan kemarahan kepadaku tanpa sebab tentang keseharianku, namun orangtuaku tidak tahu betapa sulitnya mencari pekerjaan ditempat yang terkutuk ini, dengan semua emosi dan kepedihan yang sudah lama aku pendam aku melontarkan kata-kata yang menyakitkan itupun aku lakukan tanpa sadar dan keluar begitu saja dari mulutku, namun akupun tersakiti oleh lontaran kata-kata yang menyudutkanku salah satunya adalah ia tidak bisa memenuhi permintaanku untuk kuliah.
Disaat itupun cendrung mengasingkan diri, terdiam dan pasrah apa yang akan terjadi di masa selanjutnya. Aku tidak bisa dan sungguh tidak bisa melakukan apa yang orangtua pacarku inginkan, bagaimanapun jua aku terus masih berusaha apa yang semestinya aku cari.
Apakah ada jalan untukku ..? untuk menggapai kebahagian bersama pacarku ..?
Sampai saat ini aku masih menjalin hubungan serius dengannya, karena aku telah berjanji dengan diriku sendiri , bahwa pacarku saat ini adalah wanita terakhir bagiku, namun jika ia bukan jodoh aku mempunyai pilihan jalan yang terbaik untuk hidupku dengan kematianku…
Pacarku kenanglah aku di dalam hatimu, meski aku tidak ada di duniamu.
Penulis
XXXXX
Kamis, 29 Oktober 2009
CERITA PENDEK NAMUN NYATA
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar